
Presiden Prabowo Subianto kembali menekankan pentingnya membangun rasa percaya diri bangsa Indonesia. Dalam sebuah kesempatan baru-baru ini, ia menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia sering kali terjebak pada sikap rendah diri, padahal kemampuan serta potensi yang dimiliki sebenarnya sangat besar. Menurutnya, bangsa Indonesia perlu mengubah pola pikir agar tidak lagi meragukan kemampuan sendiri, terutama dalam bidang pembangunan dan pelayanan publik.
Prabowo mencontohkan bahwa rumah sakit dengan standar internasional sudah mulai hadir di berbagai daerah, tetapi banyak orang masih memilih berobat ke luar negeri. Hal ini, katanya, mencerminkan adanya rasa kurang percaya diri terhadap kualitas layanan dalam negeri. “Kita sering tidak menghargai prestasi kita sendiri, padahal sudah ada bukti nyata bahwa bangsa ini mampu membangun fasilitas setara negara maju,” ujarnya.
Target Besar: 500 Rumah Sakit di Seluruh Kabupaten
Dalam pidatonya, Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintahannya memiliki visi besar di bidang kesehatan. Salah satu program prioritasnya adalah membangun 500 rumah sakit berkualitas tinggi yang tersebar di seluruh kabupaten di Indonesia dalam jangka waktu empat tahun ke depan.
Target ambisius ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari upaya menjadikan layanan kesehatan lebih merata. Selama ini, banyak masyarakat di daerah terpencil yang kesulitan mendapatkan akses pelayanan medis yang memadai. Dengan hadirnya rumah sakit di setiap kabupaten, diharapkan tidak ada lagi kesenjangan akses kesehatan antara kota besar dan daerah.
Prabowo meyakini bahwa Indonesia memiliki kemampuan sumber daya manusia dan teknologi untuk mewujudkan target tersebut. Ia juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga swasta, untuk bergotong royong dalam membangun fasilitas kesehatan yang layak.
Program Makan Bergizi Gratis: Dari Skeptisisme ke Bukti Nyata
Selain sektor kesehatan, Prabowo juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis yang sempat diragukan banyak pihak saat pertama kali diluncurkan. Beberapa kalangan menilai program ini terlalu besar dan sulit untuk direalisasikan. Namun, Prabowo menegaskan bahwa kini program tersebut telah berjalan dan memberikan manfaat nyata kepada lebih dari 21 juta penerima manfaat.
Ia menyampaikan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak dan remaja Indonesia. Gizi yang baik dianggap sebagai pondasi penting untuk membentuk generasi sehat, cerdas, dan produktif di masa depan. Dengan begitu, Indonesia tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang unggul.
Mengubah Mentalitas Bangsa
Lebih jauh, Prabowo menekankan bahwa pembangunan fisik saja tidak cukup jika mentalitas bangsa tidak berubah. Ia mengingatkan bahwa bangsa yang besar harus memiliki rasa percaya diri, optimisme, dan tekad kuat untuk berdiri sejajar dengan negara maju lainnya.
Menurutnya, sifat rendah diri yang kerap muncul justru menjadi penghambat kemajuan. Misalnya, ketika sebuah inovasi lokal dihasilkan, masih ada anggapan bahwa produk luar negeri selalu lebih baik. Pandangan seperti inilah yang ingin diubah oleh Prabowo.
Ia menegaskan, bangsa Indonesia perlu lebih menghargai karya dan prestasi anak negeri sendiri. Jika tidak, maka potensi besar yang dimiliki akan terus terkubur dan tidak memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski demikian, Prabowo juga tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang ada. Pembangunan 500 rumah sakit tentu membutuhkan anggaran besar, koordinasi lintas sektor, serta sumber daya manusia yang terlatih. Begitu pula dengan program Makan Bergizi Gratis yang menuntut sistem distribusi makanan yang baik dan pengawasan ketat.
Namun, ia optimistis bahwa dengan kerja sama dan semangat gotong royong, tantangan tersebut dapat diatasi. Ia menekankan bahwa setiap pembangunan besar memang membutuhkan pengorbanan, waktu, dan komitmen kuat.
Prabowo juga mengingatkan bahwa pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat. Partisipasi aktif dari rakyat, terutama dalam menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada, akan menentukan keberhasilan program-program tersebut.
Menuju Indonesia yang Percaya Diri dan Mandiri
Visi besar Prabowo pada akhirnya bermuara pada satu tujuan: menjadikan Indonesia bangsa yang percaya diri dan mandiri. Ia ingin agar masyarakat tidak lagi merasa inferior terhadap bangsa lain, melainkan bangga dengan kemampuan dan prestasi sendiri.
Dengan pembangunan rumah sakit di seluruh kabupaten, program gizi nasional, serta berbagai kebijakan lain yang pro-rakyat, Prabowo berharap Indonesia bisa melangkah lebih cepat menuju status negara maju. Ia juga menekankan bahwa bangsa ini harus bersatu, tidak mudah terpecah, dan selalu optimis dalam menghadapi masa depan.
Jika visi tersebut berhasil diwujudkan, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi contoh bagi negara berkembang lainnya dalam membangun bangsa yang kuat, sehat, dan percaya diri.
Pernyataan Prabowo Subianto tentang sifat rendah diri bangsa Indonesia bukan sekadar kritik, melainkan dorongan untuk bangkit. Dengan target pembangunan 500 rumah sakit dan keberhasilan awal program Makan Bergizi Gratis, ia menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam membawa perubahan nyata. Namun, kunci utamanya tetap terletak pada mentalitas bangsa: apakah Indonesia siap untuk percaya pada kekuatannya sendiri dan melangkah menuju masa depan yang lebih cerah.