
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Banten, Terasa Hingga Bogor
Banten, 15 Maret 2025 – Sebuah gempa bumi berkekuatan 5,2 magnitudo mengguncang wilayah Banten pada Sabtu pagi, mengakibatkan guncangan yang dirasakan hingga ke beberapa daerah di sekitar, termasuk Bogor dan Jakarta. Gempa ini terjadi pada pukul 07.30 WIB dengan pusat gempa terletak di laut, sekitar 50 kilometer barat daya Bayah, Banten, dengan kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut.
Menurut laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, guncangan cukup dirasakan oleh warga di berbagai daerah, terutama di wilayah Banten bagian selatan. Beberapa warga sempat panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Dampak dan Respons Masyarakat
Sejumlah laporan dari warga menyebutkan bahwa gempa ini terasa cukup kuat di beberapa titik, terutama di kawasan pesisir Banten dan wilayah pegunungan di sekitarnya. Beberapa bangunan mengalami retakan ringan, tetapi hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan parah atau korban jiwa.
Di Kota Bogor, guncangan gempa terasa lebih lemah, namun cukup untuk membuat beberapa warga yang sedang beraktivitas pagi hari terkejut. “Saya sedang duduk di ruang tamu ketika merasakan getaran, lampu gantung sempat bergoyang selama beberapa detik,” ujar Yanto, seorang warga Bogor yang merasakan dampaknya.
Imbauan dari BMKG
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Warga yang tinggal di daerah rawan gempa diharapkan untuk selalu waspada dan mengikuti prosedur keselamatan yang dianjurkan.
“Kami terus memantau perkembangan pascagempa dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Pastikan mendapatkan informasi dari sumber resmi seperti BMKG dan pemerintah daerah setempat,” ujar Kepala BMKG dalam keterangannya.
Antisipasi dan Mitigasi
Sebagai langkah mitigasi, masyarakat di daerah rawan gempa diharapkan untuk selalu siap dengan tas siaga yang berisi kebutuhan darurat seperti air minum, makanan ringan, obat-obatan, serta dokumen penting. Selain itu, simulasi evakuasi perlu dilakukan secara rutin guna mengantisipasi gempa yang lebih besar di masa mendatang.
Para ahli geologi juga mengingatkan bahwa gempa bumi adalah fenomena alam yang tidak dapat diprediksi secara pasti. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan edukasi terhadap bencana menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko dan dampak dari peristiwa semacam ini.
Hingga saat ini, BMKG masih terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas seismik di sekitar wilayah Banten dan sekitarnya. Masyarakat diharapkan tetap mengikuti perkembangan informasi terbaru dari lembaga resmi agar bisa mengambil langkah yang tepat dalam menghadapi situasi darurat.